Kamis, 01 November 2012

Dari :( menjadi :)

Bismillah
Catatan ini akan menceritakan sedikit banyak tentang perjalanan kemarin. Dari Badan membungkuk antara lelah dan kecewa kemudian masuk masjid, setelah dibuat jleb, diremuk-remuk hati, keluar masjid langsung dalam keadaan tersenyum dan berjalan dengan semangat seolah berjalan pada aspal yang landai.

Pagi kemarin kami (aku dan shei) memutuskan untuk memulai perjalanan kami jam 10 pagi, tujuan pertama adalah PUSDAI kami bermaksud mendaftar kursus. Ah, sudah setua ini baru mau mulai belajar, rasa-rasanya hati kami menggerutu. Tapi tetap saja, tekad kami sudah bulat ini namanya ikhtiar pol-polan. Sampai juga kami ke tujuan kami berkat petunjukNya yang dikirim melalui jawaban teman-teman kami. (sekedar info ke PUSDAI bisa naik angkot riung-Dago). Sampailah kami ketempat kursus itu, disambut dengan senyum ramah dan penjelasan yang cukup detail serta meninggalkan kontak kami untuk dihubungi.
 
Perjalanan kedua adalah ke rumah sakit cicendo, disana kami akan ikhtiar tentang "Mempertegas implementasi TA", sebelumnya kami mampir ke Salman untuk menunaikan kewajiban, sholat. Selepas sholat kami lanjut lagi perjalanan menuju rumah sakit cicendo, naik angkot caringin-serang dari bonbin, tanpa tanya kami langsung naik, ketika duduk di angkot mulai kebingungan "wah kemana nih selanjutnya ukht" padahal sama-sama bingung. Lalu shei nanya pada ibu-ibu dalam angkot itu, langsung dijawab ramah "ohh, masih jauh kok rumah sakit cicendo nya " dan penjelasan panjang lebar oleh si ibu aku mendengar samar karena berada di sebelah shei. Setelah itu ibunya turun, "yaudah hati-hati ya nak, ibu duluan" ibu itu menoleh ramah pada aku dan shei, lalu turun dan ternyata ibu itu menitipkan kami pada supir angkot "mang dua anak di belakang yang pakai jilbab turunnya di rumah sakit cicendo ya" lalu ibu itu bergegas pergi.

Alhamdulillah kami sampai di rumah sakit cicendo, ternyata ini rumah sakit khusus mata. Ohya sekedar informasi, ada sebuah kekecewaan sebelum kami berangkat, yang cukup membuat lunglai kaki untuk melanjutkan perjalanan. Namun kata shei "Tenang ukht, jika manusia tak ingat insyaAllah malaikat tak kan absen mencatat usaha kita!" lalu aku menjawab, dengan membaca puisi "Ketika" memakai intonasi yang lucu, lalu kami tertawa bareng. Melangkah maju menuju RS Cicendo.
Sampai dirumah sakit cicendo, kami berusaha menemui seseorang, temannya teman kami yang akan membantu. Namun sepertinya beliau sibuk hingga tak mengangkat telpon dan membalas sms dari kami. (gerbang kecewa mulai melambai). Tapi kami tepis itu segera, terinspirasi dengan buku "Notes From Qatar" yang melakukan hal-hal ekstrem untuk maju, kamipun bertekad untuk mendapatkan sesuatu disini. Lalu kami ke lantai 2 rumah sakit, kami melihat dokter yang hilir mudik, sepertinya mereka sangat sibuk jalannyapun cepat-cepat sekali. Beberapa ada yang melihat ke kami lalu lanjut berjalan lagi, mungkin karena kami sama-sama menggunakan jilbab hitam diantara baju-baju putih mereka, hehe. Baiklah, jika hanya duduk saja kita tak kan dapat apa-apa, beberapa menit kami duduk dan mengawasi orang-orang yang lalu lalang, sehingga kami putuskan untuk bertanya. Seorang dokter muda dengan jilbab pink menuju ke arah kami, langsung kami dekati dia, "Assalamu'alaikum bu, kita mau tanya-tanya nih" lalu kami menjelaskan maksud dan tujuan kami datang ke rumah sakit ini, meski awalnya gugup, tapi selanjutnya obrolan berjalan lancar, dokter itu menjawab semua pertanyaan yang kami ajukan dengan sangat ramah. Namanya Maula, alhamdulillah kami mendapat nama dan no HP nya serta info untuk TA kami.

Baiklah selesai, perjalanan kami selanjutnya adalah daarut tauhid, kajian Al-Hikam tiap kamis. kami sempat salah angkot tapi akhirnya kami turun dan nanya sama bapak polisi, dijawab dengan sangat ramah sekali sambil menunjukan angkot menuju ke daartu tauhid "Angkotnya arah ke Lembang neng, darimana ya?" kami menceritakan sedikit kronologis perjalanan kami, lalu kami pamit "Terima kasih pak, Assalamu'alaikum". Sampai di angkot, lagi-lagi kami bingung kemana lagi ya? Lagi, kami bertanya pada mbak-mbak yang ada di angkot, Subhanallah ternyata tujuan mbaknya sama seperti kami, akhirnya kami ngobrol panjang dengan mbak itu sepanjang perjalanan. Tetehnya ramah beuutt uyy. Sekedar info lagi, kami lagi-lagi mendapat info ttg sesuatu yang "memancing kecewa kembali melambai", namun lagi-lagi kami tepis. Meski kadang-kadang aku geram. Tapi, ya sudahlah.
***
Sampai di Daarut Tauhid dengan semua kekecewaan yang ada..
#Proses Peremukan Hati
Pembahasan tentang Al-Hikam 151
Kata-kata yang menghujam..
Mata kita pada makhluk, namun hati kita pada pencipta maka akan Takjub. Tapi jika mata pada makhluk, hati pada makhluk, pasti kecewa!
Jika kalian galau akan tugas kuliah atau sekolah (loh, kami saling pandang), buat apa? emang yakin umur kalian sampai? Fokus saja pada pembersihan hati, Allah sudah atur semua, banyak-banyak zikir agar fikir dituntun oleh Allah. Kromosom ditubuh kalian itu triliunan, tapi beres di urus sama Allah. Masalah kalian seberapa sih?
Ada cerita seorang pengusaha catering yang udah usaha 34 tahun, kemudian tau-tau ada masalah dan ditangkap 1 bulan. Yang diceritain yang tidak enak selama 1 bulan itu, yang 34 tahun diberi rizky sama Allah mana syukurnya?
Ini nih, kadang-kadang kita tidak adil, kita sibuk memikirkan orang-orang yang menyakiti kita, yang nyebelin dan jahat, tapi kita lupa ada lebih banyak orang yang menyayangi kita dan baik kepada kita. (tiba-tiba kami mengingat perjalanan kami kesini, begitu banyak wajah ramah yang kami temui daripada info-info yang membuat kecewa melambai, hati kami teriris merasa bersalah dan melampaui batas. Seolah menjadi manusia yang tidak berfikir, padahal dalam Al Qur'an Allah slalu berkata "tidakkah kamu berfikir?").
Daripada banyak fikir mending dzikir, pahala itu ilmu itu, semua milik Allah. Kalau kalian ambil minta ijin dulu sama pemiliknya dengan do'a agar ia tuntun. Sehingga do'a dulu baru ikhtiar. Jangan langsung ambil aja, itu namanya tidak tahu diri, ambil tanpa ijin lanut aagym#jleb-jleb, remuk lagi.

itulah Point penting yang membuat kami cukup tertampar.

Ohya disni kami ketemu ibu-ibu yang ramah banget, dia orang Palembang. Kami diberi nasehat panjang lebar, ibu itu juga bilang gini "ibu dari tadi mikir, anak dua ini kok klop banget ya, padahal kan baru ketemu. Smoga Allah melanggengkan persahabatan kalian ya nak". Subhanallah, do'a lagi. Lanjut kami bertukaran kontak, berharap masih bisa saling terhubung satu sama lain. Kata-kata postif yang banyak dari ibu itu membuat kami makin bersemangat menghadapi tantangan. Lalu saat kami mau pulang seorang mbak-mbak menghapiri ingin meminjam catatan kami. Catatn itu tidak terlalu banyak tapi lama sekali mbak itu meminjam, setelah kami analisis, mungkin ini cara mbak itu untuk berkenalan lebih dekat ke kami. Akhirnya kami tau dia jurusan Psikologi, lagi-lagi do'a muncul dari bibir seseorang yang baru kami kenal. "Moga dilancarkan ya, aktifitasnya". Kamipun kenalan dan tukeran kontak lagi. Setelah itu langsung pulang. Eh, masih ada lagi, ketemu penjual jus buah yang ternyata orang Prabumulih, subhanallah satu daerah sama aku.

Betapa banyak nikmat hari ini, namun aku menyambutnya dengan khianal. Astagfirulloh.
Moga Allah bimbing kita slalu, untuk bersyukur dan melihat dengan jernih agar tak kufur.
Moga manfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus for harus memulai