Minggu, 27 Januari 2013

Belajar lagi dari Kematian

Jika hati kita benar-benar dihadapkan dengan "Mengingat Mati" tentulah segala masalah didunia ini akan kita hadapi biasa saja. Tak ada masalah sebenarnya selain maksiat kita kepada Allah. 

Pagi ini, suasana pagi yang kubangun sedemikan rupa agar tersenyum ceria menghadapi Tugas Akhir yang akan menyapa dikampus nanti. Keinginan bersyukur meski tertatih, berusaha slalu ridho dengan ketetapanNya. Akhirnya menjadi tetesan air mata yang mengalir cukup deras.

& ternyata dia juga sedang dalam proses penyelesaian skripsi dan semangatnya ini semoga jadi semangatku juga:

Hari ini sampai 50 hari ke depan (20 jan-10 maret 2013) saya akan mngerjakan skripsi.
Proposal 20 hari.
Penelitian 15 hari.
Pembahasan 15 hari.
Sy tdk tau apa yg tlh ditakdirkan Allah dlm kitab lauh mahfudz, tp sy akan mncoba.
Sy myakini ini sbg nasib yg ditakdirkn.
Smoga Allah mmberikan semua kpercayaan diri agar dikuatkan brjalan di atas jalan ini,
jalannya para petarung,
jalannya para petaruh,
jalannya para pejuang,
jalannya para celebesian trdahulu..
Mohon do'anya.
 


"Jenderal Haydar"
adalah nama fb seorang ikhwan, yang meninggal karena kecelakaan. Status terakhirnya 

Tidak ada gunanya menunda ketaatan krn ujung2nya kita akan mati jua.
Kesetiaan adlh kata lain dari mati.
Pengkhianatan jg adlh kata lain dari mati.
Tp setia sampai mati adlh kehormatan.
Bersaudara krn ikatan aqidah,bkn dunia!

Aku mulai menelurusi FBnya, subhanallah isinya semangat semua belum kutemui kegalauan, setiap jawabannya mantap, terlihat jelas visinya adalah Allah. Tak bisa menahan air mata, apalagi ketika aku mencerminkan diri padanya. Kata seorang temannya, bahkan menuju akhir hayatnya ia senantiasa berdzikir dan bertakbir. Ya Allah... Rasanya ucapan2 itu bergema ditelingaku. Berikan dia tempat terbaik disisiMu ya Robb, aamiin, dan matikan aku dalam keadaan khusnul khatimah dengan dzikir dan takbir di lisan, dan pertemukan kami denganMu ya Rabb, aamiin.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus for harus memulai