Minggu, 22 Juli 2012

masih tilawah kan ukht?

Bismillah,
Menulis berdasarkan pengalaman pribadi, untuk jadi motivasi dan pecutan diri, menjadi lebih baik ditiap bilangan hari.

Terinspirasi dari pertanyaan seseorang "tapi kamu masih tilawah kan ukht?". Sebuah pertanyaan dari orang dibelakang telepon itu mengagetkanku. Bukan hanya sekali pertanyaan itu dia tujukan padaku. Namun itu muncul saat kondisiku mulai riuh dengan kegalauan, saat gelisah atau ngelantur tak berarah. Lalu aku mulai menganalisis, kata-kata kreatif tentu tak boleh dilewatkan begitu saja, tanpa paham maknanya.Karena memang benar jawaban dari pertanyaan orang itu adalah "ya, tapi jauh dari target"(menjawab dengan perasaan bersalah).



Seringkali kata yang terlontar bisa membuat menyesal, membuat was-was dan rasa bersalah. Tidak hanya itu kata itu seringkali menjadi sarana penderitaan, tak hanya didunia, bahkan bisa sampai ke akhirat. Namun, tetap saja sedikit sekali yang belajar dari pengalaman/sejarah (termasuk aku).
Efek lisan itu bahkan bisa dirasakan oleh orang yang hanya mendengar via telpon. Jika via telpon saja, seseorang bisa mendeteksi seperti itu, bagaimana dengan mereka yang berhadapan langsung.

Sehingga yang perlu di tekankan jelas, saat pertanyaan itu muncul karena lisanku tidak sehat, lisan tidak sehat karena ruhiyah drop, ruhiyah drop karena minim tilawah. Mungkin saja, masih banyak amalan lain yang menjadi penentu ruhiyah drop. Namun, kesimpulanku saat ini bahwa efek tilawah itu benar-benar sampai ke lisan.

Jadi, pelajarannya jika lisan mulai ngelantur dengan kata-kata galau, atau mulai membuat orang tsakit hati. Segera diagnosa berapa lembar tilawah hari ini. Atau pertanyaan yang lebih luar biasa pada pasien berpenyakit ini "Masih tilawah kan?". Smoga dengan resep tilawah bisa menyembuhkan penyakit. Jika belum juga sembuh periksa niat, jika sakit tetap berlanjut hubungi Allah :-)

Wallahu a'lam bi showab :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus for harus memulai