Minggu, 02 Juni 2013

Evaluasi

Bismillah...

Ah, maksiatku mulai menumpuk.. Berasa di hati yang mulai tak peka dengan sekitar.. Mulai tak ada ketenangan dalam hati padahal tak ada kegiatan yang membuat gelisah.
yang jelas smua tanda-tanda futur yang pernah aku dapatkan materinya, mulai kulihat ada dalam diriku..

Entah karna "masa-masa" ini, atau apa yang jelas tangis tadi pagi membuka semua maksiat yang perlu di evaluasi...

kata aagym: ada masanya hatimu berdetak, menyadarkanmu atas sgala khilaf dan memutar kembali rekaman maksiatmu. Maka bersyukurlah, karna tak ada yang terjadi tanpa ijinNya, segera kembali dan perbaiki semuanya. Percayalah Allah mencintaimu.

Aku mulai merindukan masa-masa di Daarut tauhid, tiap kamis saat suntuk melanda kami, seberat apapun langkah kami, sejauh apapun tempatnya, sesumpek apapun naik angkot, se bosen apapun menghadapi macet, yang ada dipikiran kami adalah bagaimana caranya merefresh hati.  Meluruskan kembali yang bengkok, mengkoreksi lagi lisan, hati, langkah dan tindakan kami yang tak sesuai dengan aturanNya.

Biasanya sepulang dari sana, kami akan mulai menjaga lisan, mulai memperbaiki amalan yaumiyah, mulai semangat belajar ilmu-ilmu baru, mulai dan mulai.. Selalu begitu, iman memang perlu di perbaharui, diingatkan berkali-kali. Kami paham betul kalimat aagym itu sama, kadang kami sampai hafal, namun kami masih butuh itu.

Jika salah seorang dari kami bermaksiat, yang lain mulai mencari solusi bagaimana memperbaikinya dengan cara yang tidak disadari, tak menyinggung tapi ampuh. Kami perduli dengan setiap kelalaian kecil agar tak menumpuk menjadi bom yang bisa meledak sewaktu-waktu.

Ah, aku merindukan itu. Aku tak boleh luntur, tak boleh! Harus ada yang aku lakukan, harus ada yang kuperbaiki, aku harus berhenti sejenak, memulai kembali, merefresh kembali. Aku ingin merapat, tapi bingung pada siapa. Karna salah satu pengobat hati adalah merapat pada orang yang sholih.. Harus cari cara, ah aku rindu mereka yang hatinya tak lagi di dunia, tapi jauh disana, mengangkasa, melangit, aku mencintai mereka yang mengkoreksi kesalahanku, aku mencintai mereka yang merangkul dan mengingatkanku. Mereka yang tak populer, mereka yang biasa saja, tapi didekat mereka aku teringat akan kematian, didekat mereka aku teringat betapa banyak kelalaian yang kuperbuat, didekat mereka tak ada kepura-puraan, tak ada acting.. Yang ada tetesan demi tetesan air mata yang jatuh karna maksiat.

Kumpulkan kami dijannahmu ya Robb, dan izinkan aku menemukan kembali suasana itu. Dalam bingkai ukhuwah ini, aamiin..

Apapun proses yang akan kulalui, semuanya harus bersih dari nafsu dan maksiat, smoga Allah bersikan itu, segera. Agar menjadi berkah bukan bencana.. & aku ingin kembali :'(






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus for harus memulai