Minggu, 23 September 2012

Saling Menopang Menuju Kebaikan Karena Kami adalah Saudara :)


Apapun itu, bagaimanapun sikapnya, yang penting kami slalu saling menopang menuju kebaikan.

Rasanya benar-benar lelah menghadapi beberapa sikap mereka yang terkadang berubah tak jelas. Ada yang suka marah-marah, kerjaannya tiap hari evaluasiii aja. Ada juga yang hobinya menghilang tiba-tiba, ada yang suka cuek tiba-tiba, atau yang paling banyak lontaran kata yang menyayat jiwa, atau sikap mereka yang kadang buat sesak didada.

Tiap ada agenda, pasti ada yang ngajak berantem, slalu ada tangis-tangisan atau ngambek-ngambekan. Pikiran yang paling ekstrim yang terlintas adalah mundur teratur. Ah, Klasik! Tapi kalau ada masalah atau urgen, justru wajah-wajah yang terlihat tidak berperasaan ini yang muncul. 

Kadang sering bertengkar hebat, beradu argumen kalau berselisih pendapat, kemudian memutuskan untuk tidak saling menyapa, tapi ketika bertemu rasanya merasa bersalah jika tak menyapa. Akhirnya pura-pura ngomong ini ngomong itu, tanya ini tanya itu dan lupa deh masalah selisih paham kemaren.

Coba fikirkan#
#Kalau mereka bukan saudaramu, mana mungkin dalam waktu ketika mereka tau kau perlu penjagaan tiba-tiba ada wajah mereka muncul, entah darimana. 

#Kalau bukan saudaramu, mana mungkin mereka tau mimik muka cemas dan gelisahm. Kemudian mereka mulai bertingkah aneh dan membuatmu tertawa.

#Kalau bukan saudaramu, mana mungkin mereka berada disisimu saat masalah menimpamu. Cara membantu mereka tak harus sama. Mungkin saja kau lebih suka ditanyakan kabarmu kemudian ditanya apa yang bisa dibantu? Lalu kau sebut itulah satu-satunya saudaramu. Padahal ada yang perduli padamu, bisa saja dengan mendadak jadi komedian. Eh, malah kadang kau pikir dia tak mengerti, orang lagi ada masalah malah diajak becanda! Memang tak paham! Lalu kau bilang mereka tak perduli. Kemudian ada lagi yang datang memanggilmu dengan sebutan yang tak kau sukai, padahal dia sambil senyum-senyum, maksudnya ingin menghiburmu namun kau pikir dia menyiram bensin pada api yang lagi menyala. Lalu saat itu juga kau hentikan keinginanmu bersaudara dengan mereka karena kau pikir mereka tak bisa mengerti.

#Padahal, kalau mereka bukan saudaramu mana mungkin mereka berdebat santai denganmu, dan kembali membujukmu ketika marah. 

#atau, kalau mereka bukan saudaramu bagaimana mungkin sikapmu yang marah pada mereka, justru membuat mereka GALAU. 

#Kalau mereka bukan saudaramu, mungkin saja kau justru akan di caci maki, bukan diingatkan atau sebagainya.

#Kalau mereka bukan saudaramu, mengapa mereka begitu perduli dengan keperdulianmu pada mereka, kemudian munculah istilah Ngambek!

Maka dari itu, percayalah mereka itu saudaramu! Jadi sesama saudara santai saja! Boleh sih marah, tapi jangan lama-lama. Setelah itu kembalilah, hehe.

Saudaramu, tak perlu harus berteriak ditelingamu kemudian berkata "Aku ini saudaramu!!". Karena kadang, iapun tak menyadari betapa masing-masing kehadiran itu sangat berarti. Bukan salah mereka, karena menerjemahkan perasaan itu memang tak mudah, perlu ujian. Kadang pentingnya arti pertemuan itu justru tampak saat adanya perpisahan, kadang pentingnya persahabatan itu justru muncul ketik pertengkaran tiba. Maka memaafkan berkali-kali dalam persaudaraan itu, harus!

Karena kita semua bukan kumpulan makhluk sempurna, kita semua pernah melakukan kesalahan, namun persaudaraan ini mengikat kami, untuk saling mengingatkan, untuk saling menjaga dan melindungi dengan cara masing-masing. Kesalahan yang menyakitkan dalam satu hari, kemudian mereka menyesalinya dan kembali memperbaiki dan melakukan lebih baik, rasanya pantas untuk dimaafkan. Karena inilah harga persaudaraan, sgala sifat buruk justru lebih baik terdeteksi oleh saudara, sehingga tindakan selanjutnya adalah mengingatkan, dan perubahan, kalau sampai ketelinga orang lain justru menjadi bumerang.  

Jika saudaramu tiba-tiba pergi apakah kau akan biasa saja? Jika ada yang menyakiti saudaramu apakah kau hanya akan diam saja? Pikirkan!

Karena kami disini dipertemukan oleh satu tujuan. Allah. Maka, aku yakin cinta kami, persaudaraan ini akan dijaga olehNya. & biarlah aku jadi yang pertama mendeteksi, karena se-menyebalkan apapun mereka, mereka adalah saudara dan saudara itu seperti satu tubuh, jika satu bagian terluka maka bagian yang lain ikut merasakannya. Semangat!


Saling Menopang Menuju Kebaikan Karena Kami adalah Saudara :)

Didedikasikan untuk KAMMI dan dedengkot-dedengkotnya #hehe, horor :D
Terima kasih Allah, telah mempertemukan kami. Terima kasih telah memberikan hati yang peka antar sesama meski bukan sedarah. Terima kasih telah menunjukan asli dari makhluk-makhluk ekslusif itu. Terima Kasih semangat yang kau salurkan pada mereka untukku. Terima Kasih atas mental yang kuat, setelah menghadapi kerasnya masing-masing dari sifat mereka. Terimakasih atas nikmat istiqomah dalam perjalanan panjang ini. Jaga kami, hingga kau pertemukan kembali disyurgaMu. Izinkan kami belajar lebih baik lagi, hingga mampu memiliki performance terbaik saat bertemu denganMu.

Rabithoh :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus for harus memulai