Rabu, 02 Mei 2012

Gemuruh Rasa (Coretan Jihad Hati)

Bismillah,

Muhasabah, muhasabah, muhasabah!
Makin dihitung, makin banyak maksiat diri.
Lirih hati bergemuruh, betapa sakitnya akibat dari maksiat itu.
Gelisah, hampa, tereliminasi, tereksekusi.

Maka, kembali padaNya adalah solusi utama.
Bicarakan baik-baik tiap kelalaian, mohon ampun padaNya. Minta saja, bukankah do'a itu justru membuatNya senang?

Memang, tak mudah melatih diri, mengikuti jejak pemilik akhlak Qur'ani.
Makin ingin sabar, maka akan banyak latihan yang tak terduga, untuk mengguncang komitmenmu!!
Tp, justru letak indah itu ketika kau mampu menghadapinya, dengan cara terbaik!

Tugasmu:  kuatkan ikhtiar, ikuti ujiannya, hadapi jatuh bangun, abaikan lalai yang melambai.
& wasilah perbaikanmu, tak perlu kau pikirkan darimana datangnya.
Dari mereka yang terdekat, terjauh, yg kau cinta, yg tak kau sukai, yang menyukaimu atau yang membencimu.
Hadapi saja, karena rapot akhirmu Allahlah penentunya.


Tangismu, tawamu, senyummu, jihadmu menghadapi segala maksiat dihati, biarkan Dia yang meneliti
Seberapa pantas kau menempati tempat terbaik yang disediakanNya.

kau!!
tak perlu mencari belas kasihan sesamamu, karena mereka tak jauh beda darimu, makhluk lemah yang juga meminta padaNya.

Lalu, apa yang dikhawatirkan atas sikap mereka padamu.
Sudahlah, mereka bukan pemilik syurga, bukan pemilik neraka, bukan yang memberimu rejeki, bukan yang mematikanmu, menghidupkanmu ataupun menjagamu.
Jikapun mereka mencintaimu, itu karenaNya, atau membencimu? Sama saja! Karena Dialah maha membolak balikan hati.
Jika kau yakin grand desaigNya yang terbaik, lalu mengapa harus curiga dengan hari berikutnya.

Ingatlah, wajah bercahaya yang ingin kau temui. Pesona tak tergantikan itu, janganlah kau tukar dengan fatamorgana yang tak seberapa ini.

Semuanya ini terlalu murah! Bahkan tak berharga jika dibandingkan dengan kehidupan yang kau impikan selanjutnya.

Butiran bening yang mengalir dari matamu itu, tidaklah pantas kau teteskan untuk hal yang tak akan menyelamatkanmu kelak.
Tapi, ianya akan menjadi berguna jika kau keluarkan karena menyesali maksiat-maksiatmu.
Mereka yang mengoyak hatimu, biarlah Dia yang mengurusnya. ambil point untuk naikan tingkatanmu dengan sikap terbaikmu, memberi maaf.

Karena, seharusnya mengurus aibmu, maksiatmu, itu cukup menyita waktu hidupmu. Hidup ini terlalu singkat untuk maksiat!

Ayolahh, pahami hak dan kewajiban. Urusi akhiratmu, agar duniamu mengikuti.

Tetap semangat, nikmati ritme episode ini, nikmati irisan maksiat itu. Sendiri, eh bersamaNya.

Lalu? Masihkah kau curiga padaNya?

-Tikha, dari oleh untuk aku-

Keep Hamasah Never Die!!!
Laa yukalifullahu nafsan illa wus-aha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus for harus memulai