Bismillah,
Muhasabah, muhasabah, muhasabah!
Makin dihitung, makin banyak maksiat diri.
Lirih hati bergemuruh, betapa sakitnya akibat dari maksiat itu.
Gelisah, hampa, tereliminasi, tereksekusi.
Maka, kembali padaNya adalah solusi utama.
Bicarakan baik-baik tiap kelalaian, mohon ampun padaNya. Minta saja, bukankah do'a itu justru membuatNya senang?
Memang, tak mudah melatih diri, mengikuti jejak pemilik akhlak Qur'ani.
Makin ingin sabar, maka akan banyak latihan yang tak terduga, untuk mengguncang komitmenmu!!
Tp, justru letak indah itu ketika kau mampu menghadapinya, dengan cara terbaik!
Tugasmu: kuatkan ikhtiar, ikuti ujiannya, hadapi jatuh bangun, abaikan lalai yang melambai.
& wasilah perbaikanmu, tak perlu kau pikirkan darimana datangnya.
Dari mereka yang terdekat, terjauh, yg kau cinta, yg tak kau sukai, yang menyukaimu atau yang membencimu.
Hadapi saja, karena rapot akhirmu Allahlah penentunya.
Tangismu, tawamu, senyummu, jihadmu menghadapi segala maksiat dihati, biarkan Dia yang meneliti
Seberapa pantas kau menempati tempat terbaik yang disediakanNya.
kau!!
tak perlu mencari belas kasihan sesamamu, karena mereka tak jauh beda darimu, makhluk lemah yang juga meminta padaNya.