Rabu, 20 Januari 2016

‪#‎bertahap‬ by Tikha Sholihah :') ‪

‪#‎bertahap‬ by Tikha Sholihah :') ‪
Bismillah
bersyukur itu, saat kau sadari dirimu makhluk yang lemah, kemudian Allah membimbingmu secara #bertahap :')
dikirimNya orang-orang yang sabar satu per satu, mengujimu atau membantumu dalam ujian agar kau tumbuh dengan hikmah dan #bertahap :')
orangnya tak sama, tapi kau merasakan cinta yang sama, karna memang cinta itu hanya bersumber dan bermuara pada satu. Allah.. #bertahap
Jika dirimu saja perbaikan secara #bertahap dan masih jauh dari sempurna, maka bersabarlah dalam menyampaikan, sesabar mereka..
sesabar mereka yang juga menunggumu, tumbuh secara #bertahap :')
Ah, mana mungkin satu kalimatmu bisa langsung mengubah dunia menjadi sholih, smuanya musti #bertahap, beda cerita jika itu adalah kehendakNya
Bahkan, tugas akhir pun harus kau kerjakan secara #bertahap :')
dari mulai hal yang tak kau pahami, kemudian kau pelajari hingga kau mengerti, lalu kau nyatakan dalam aksi, semua itu dilakukan secara #bertahap
Paksakan saja diri, untuk Ridho menerima ketentuanNya, toh semuanya baik kan? #bertahap
kaupun tumbuh tak langsung dewasa kan? tapi #bertahap :')
Maka, nikmati saja prosesnya secara #bertahap, jika tergelincir ttp jadikan sarana untuk tumbuh, namun tambahkan evaluasinya.
& smoga Allah tetap ridho membimbingmu sesuai kadar kemampuanmu secara #bertahap , step by step namun pasti :')
& untuk mereka yang bersabar telah membimbing secara #bertahap dengan sabar, terima kasih, syukur hanya untuk Allah yang nikmatnya tak hingga tiada tara :')
Selamat #bertahap menujuNya, kha :')

Selasa, 02 Juni 2015

& jika kamu berpaling, kha~

"Jika Allah menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu) ...." (An-Nisaa': 133). 


Minggu, 17 Mei 2015

Our Adventure ^_^

Bismillah

Pagi nan cerah, kami sudah standby di mesjid untuk menunggu pasukan sholih dan sholihah itu. Ya, pekan ini kami ganti pertemuan rutin kami dengan heiking. Namun sudah lewat 30 menit mereka belum hadir. Lalu ada bbm dari adik2 sholihah ku yang menginfokan bahwa sudah sampai depan gerbang. Fyi untuk masuk kedalam harus berjalan cukup jauh, sehingga aku harus menjemput mereka. Alhamdulillah 2 pasukan telah standby bersama kami. Tinggal menunggu yang dari sei beduk. Aktor dan aktris utama dalam perjalanan ini.

Sudah lewat 1 jam mereka belum juga datang. Kulihat si abang udah mulai otak atik sms dan telpon sana-sini. dan akhirnya mereka datang. Ternyata selain personil yang mentoring ada beberapa remaja mesjid yang ikut bergabung dalam perjalanan itu. Kami memulai perjalanan.


Menuju Blok R
Blok R adalah tujuan kami, meski ada miskomunikasi diawal karna ternyata ada dua pendapat yang berbeda, hingga akhirnya kami tetap menuju blok R. Kami berjalan dari blok A (mungkin) ke blok R. yang jelas apapun bloknya perjalananny lumayan juaaauuuhhh~
Belum ada tantangan yang berarti disini, karna personil masih dengan full energy dan semangat, belum ada konflik.

Jalan di tutup
Begitu mau masuk hutan menuju air terjun, ternyata ada bapak-bapak yang mengatakan bahwa jalan menuju air terjun itu ditutup, hati-hati kalau masuk karna ada yang pernah hilang. Luar biasa olah mental awal, nyeremin uy. Anak-anak itu mulai ragu. Apalagi setelah jalannya harus mendaki dan melewati rawa-rawa yang terlihat tak pernah dilintasi, rimbun, sehingga si abang mesti mengeluarkan tongkat saktinya guna membuat jalan untuk kami.

Salah jalan
Seharusnya dipetunjuk jalan kami harus mengikuti arus sungai, eh kami memilih jalan disebelahnya berharap jalurnya sama saja. Ternyata kami malah tersesat di puncak. Terik matahari, rasanya mengaburkan mata kami melihat indahnya sekitar. Anak-anak mulai kisruh, meski beberapa tetap stay cool mengikuti. Lalu kami memilih titik awal alur kami. Disini mulai tersaring, mereka yang care, mereka yang bersabar, mereka yang agak kisruh dan tingkat kebersamaan serta kepahaman.
Beberapa diminta menunggu di  awal jalur arus air, beberapa ikut untuk mencari jalan menuju air terjun. Kami yang tinggal rata-rata perempuan dan ada 3 anak laki-laki.

Puncak konflik
Anak laki-lakinya mulai gerah menunggu, karna nyamuk yang ngisruh akhirnya memutuskan jalan dan meninggalkan kami. Tas temannya ditinggalkan, kami yang perempuan berharap tidak berpencar akhirnya mengikuti sambil angkut tas yang berat tadi. Namun ternyata jalan buntu, kami yang pake rok tak mungkin mengikuti jalan itu, dan kami memilih terdampar diantara dua muara sungai yang jalannya buntu.
Aku mulai sms si abang dan menceritakan kondisinya. Si abang ternyata sudah mulai menemukan air terjun yang menjadi tujuan kami. Sehingga instruksinya akan ada yang datang menjemput kami. Namun, ternyata mereka datang justru malah mengajak pulang. Aku kaget, lha. Namun yang anak2 akhwat bilang, "mana boleh lah pulang, kita pergi sama-sama, pulangnya harus nunggu yang lainnya juga". Anak cowok langsung menjawab ketus "ngapain nunggu toh kita sudah tahu jalan, lagian air terjunnya tak ketemu juga, buang-buang waktu disini, sia-sia aja waktu aku". Suasana mulai memanas, sebenarnya provokasi hanya 1 orang anak cowok. Dia memang bukan anak mentoring hanya temannya adek yang dimentoring yang mau gabung dalam perjalanan ini. Rasanya, ah nih bocah bahkan bukan tanggung jawab kami kan bukan bagian dari adek mentoring, gerutuku yang cepat-cepat kususul dengan istigfar.
Baiklah, aku mencari cara, mungkin ini waktunya menambah pengetahuan adek-adek ini tentang perjalanan. Eh, dek tau tentang cerita umar? cara mengenal orang? ternyata salah satunya didalam perjalanan ini juga loh, adek adek itu mulai mengarahkan perhatian padaku, yang jauh mulai mendekat. Mulai dari mematuhi pemimpin, rukshoh sholat saat dalam safar, dan mengenal orang dari umar, pokoknya buanyaakk. Suasana mulai adem, beberapa mereka bahkan bertanya. (MasyaAllah, berasa jadi emak-emak ini -,-").
Akhirnya si abang dateng, dengan wajah tanpa dosa, karna ternyata mereka sudah sampai di air terjun, dengan poto2 yang bikin cemburu parah. Arrrgggghhh. Syudahlah bukan rejeki, hihi ^_^

Akhir perjalanan, traktir minum biar adem
Semuanya sile minum, kami mampir di toko dan merasakan air minum itu benar-benar yang terenak sedunia. Mungkin karna haus juga yak. Kami sudah tak bisa jalan menuju mesjid dari blok R. Lalu kami memutuskan ada yang naek ojek untuk ambil motor lalu anter bolak balik.


& mariiii mendengar beberapa pendapat dari mereka~

Buk, pelajaran hari ini ternyata sabar itu syusaahh
Lha iya, makanya balasannya syurga bukan piring cantik :D


Kak, ternyata jalan yang kita pikir tak mungkin bisa dan bikin deg-degan diawal setelah dijalanin ternyata tidak sesulit itu ya kak


Kak, kalau ada acara kayak gini lagi kabarin ya, tadi cerita sama kakak2 yang tadi kata mereka setiap hari sabtu mereka ngosongin jadwal khusus mentoring, mentoring itu penting banget ya kak, sayang banyak yang belum paham

& lelah itu menghampiri, ditutup dengan makan bakso air mineral  dan doa penutup majelis. Moga Allah berkahi perjalanan kami, aamiin

Selasa, 28 Oktober 2014

Adil

Jikapun seluruh penduduk bumi ini tak adil, tapi aku yakin Engkau pemilik yang Adil. Allah.

Selasa, 21 Oktober 2014

Allah aku hanya ingin bertemuMu di jannah kelak

Bismillah..

Jika segala inginku tentang dunia ini pada akhirnya kutemukan celah yg pada akhirnya melukai hati beri hati indah untuk menerimanya, namun ijinkan citaku bertemu denganMu kelak menjadi sempurna dgn keindahan paripurna, meski dengan keterbatasan, kehinaan dan bekal tak banyak pada diri ini..

Kamis, 17 Juli 2014

Panggung Sandiwara itu bernama Dunia

Bismillah..

Ya, dunia ini panggung sandiwara, baru beberapa hari ini aku menyadarinya. Tak perlu di dramatisir, tak perlu ditanggapi berlebihan apalagi sampe kayak lagu, sakit hati lalu bunuh diri, hihi.. Jangan yaa.. 

Jika terlalu mendramatisir, hilanglah nikmat dihidup ini. Jika harus kita pahami semua, habislah kita. Kali ini aku benar-benar bersyukur tidak diperkenankan oleh Allah untuk bisa mendengar isi hati tiap orang, dan aku lebih bersyukur lagi, bahwa berprasangka baik membuat kita mendapatkan poin pahala untuk jalan diakhirat kelak. Alhamdulillah.. Lalu, mau ini itu, dibelakang sana, wes biarkan saja, yang penting terus berprasangka baik padaNya. Bahkan dalam maksiat yang kita tidak mampu melawannya sekalipun, tetaplah berprasangka baik bahwa Allah akan berkenan menarik kita ke tempat yang lebih baik.. Bahkan dengan amal baik kita yang pas-pasan dan jauh dari standar ini, tetaplah berprasangka baik bahwa Allah akan mengarahkan kita hingga pantas masuk kedalam syurgaNya. 

Pantas saja aku slalu dinasehati, "biasa aja kenapa? gampang betol dibikin sakit hati sama orang". Dulu rasanya kalau dapet kalimat begitu, sebelnya minta ampun. dalam hati: "Situ sih, hatinya kebal tersakiti". Tapi ternyata bener juga, biasa aja ya. 

Sebenarnya simple aja, kecenderungan kita ingin dipandang baik dimata manusia, biasanya yang gampang membuat kita merasa sakit. Khawatir kata si ini, si itu, dan si-si yang lain, itulah yang membuat kita lelah menutup sana sini. Maka, kadang satu kali kejatuhan kita, satu kali keterhinaan kita terungkap, itu bisa menjadi sakit hati yang tak tertahan, mungkin... Padahal itu langkah awal kita menjadi lebih baik. 

Percayalah kha, pandangan utuh orang-orang bahwa kita ini adalah manusia yang bisa salah juga, akan mempermudah proses perbaikan diri. Daripada orang nyangka kita ini layaknya malaikat yang tak pernah salah *eaaa 
& yakinlah kha, menjadi orang yang tak populer itu justru menambah fokus kita untuk perbaikan. 

& kamu, iaaa kamuu.. Meski "kaget ku" ttg tegasmu kadang bikin #jleb, meski aku tak pernah menduga akan sampai disini, karna tak ada tanda sama sekali, seperti mereka yang sukanya PHP dan mencederai hati kaum kami. ya, kamuuuuu.. meski tak pernah kumengerti karna tak ada kata selain aksi nyata, pembuktian-pembuktian saja, gerak cepat yang tak terkira itu.. Biarkan saja, ya biarkan saja semua kalimat-kalimat itu mempengaruhi orang yang tak tahu itu, biarlah. tak kan pernah aku klarifikasi. Karna jika mereka tahu, bahaya! hoho @-@


& akhirnya aku paham, dunia ini adalah panggung sandiwara, yang terlihat tak beraib hanya karna tak dibuka, yang terlihat ber-aib mungkin justru banyak yang terbaik yang tak tampak.. Ah duniaa.. oo dunia.. aku makin mengerti.. :') moga Allah, slalu jaga, aamiin..

Jumat, 09 Mei 2014

When I "Judge" MySelf "Pendendam" #gagal -,-

Bismillah..

Kutulis, lalu kucetek tebal orang-orang yang kelak akan ku jadikan sasaran balas dendamku, kuniatkan full. "Kelak, jika ia datang padaku dengan kesulitannya, tak kan pernah kubantu -,-" *iih seraamm

Lalu kubaca berulang kalimat itu, tetiba terbesit "Wow, ternyata aku ini seorang pendendam -,-". Lalu kumasukan ke list baru sifat burukku---> "Pendendam" setelah sebelumnya "Mudah Bosan" menjadi sifat yang pertama *eaaaa

Then, jreeeenggg.. Tak perlu menunggu lama untuk membuktikannya.. Lalu Ia datangkan beberapa orang yang pernah mengukir luka, pernah membuat aku hampir kehilangan mimpiku untuk melanjutkan cita-cita. Mereka butuh bantuanku, mereka memilih berkonsultasi, mengingkari "tingkah" mereka dulu yang dengan lantang meremehkan kemampuanku.
Lalu, apa tindakanku??

Ternyata aku tak mampu, membalas. Malah dengan lugas memberi yang terbaik apa yang mereka tanyakan. Allah.. ternyata aku #gagal menjadi pendendam.

Allah, terimakasih untuk semua tarbiyah ini, pelan tapi #jleb #jleb
Saat aku bahkan tak mempercayai apakah aku punya kebaikan, Engkau lalu membantuku... Allah aku ingin mencintaiMu :'(

Minggu, 27 April 2014

Sholihah, Tegarmu itu :'(



Bismillah.. 
Ah.. sudah hampir satu tahun kita kami tidak bertemu, adek-adek itu kini telah dewasa...
Pertemuan kami itu seharusnya menghadirkan kebahagian tak hingga, senyum cantik mereka, jilbab mereka. MasyaAllah.. 
Tapi, tiba-tiba mata kami berkaca-kaca melihat gadis cantik nan sholihah itu turun dari taksi. Wajah pucatnya, Allah... tak kuasa aku melihatnya, kutahan air mata itu agar tak jatuh. 

dia adik sholihah yang menginspirasiku, leukimia stadium akhir yang ia derita bahkan telah ia ketahui 2 thn yang lalu artinya saat pertemuan mentoring kami.

Minggu, 20 April 2014

Hujan...




Bismillah...
Hujan lebat dan mendung yang menyelimuti Batam sedari tadi pagi. Semoga ini pertanda ridhoMu tentang pintaku, tentang kembaliku, tentangMu dan tentangku. Allah.


Selasa, 15 April 2014

Mengapa slalu aku yang mengalah :'(

Bismillah

aargghhhh...
aku pikir masa terjajahku telah berakhir, aku pikir mereka telah berubah. Waktu yang panjang ini ternyata tak merubah mereka. Luka itu kembali merekah. Saat mereka dengan sadar berbahagia diatas deritaku, saat mereka dengan sadar melimpahkan kesalahan mereka padaku.

Belasan tahun, masih juga aku yang mengalah :'(

Jumat, 11 April 2014

"Segelas" Juz Pelepas Dahaga :')

"Segelas" juz yang kuminum sore ini, mampu menghapus resah, menghilangkan dahaga dan menjernihkan tenaga. Terimakasih Allah, telah menggerakan hati ini :')

Senin, 20 Januari 2014

Isi Kuisioner

"Special buat ibu Sartikha, Anda adalah yang terbaik bagi saya"

Salah satu isi kuisioner mahasiswa yang membahana -,-

Selasa, 14 Januari 2014

*curhatSekilas

Bismillah



Rasa-rasanya banyak sekali yang berubah, adaptasi memang slalu menyita energi waktu, dan terkadang ada beberapa yang harus terkorbankan sementara. Ya, ya tak masalah. Meski prasangka berada dimana-mana. Hidup itu beragam tak kan pernah serupa. Namun, setiap hidup itu perlu diteliti.. Kita perlu berhenti sejenak dan mengevaluasi langkah kita. Jadikan tiap tindakanmu berkualitas. Sama seperti mengerjakan TA Diploma 3. Mulai dengan langkah yang luar biasa dan menjadi yang pertama dilihat. Pahami konsepnya hingga akhir, catat berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengerjakannya. Kemudian menghilang dengan action yang lebih besar dari yang lain. lalu, muncul pada saat waktunya, then kejar mereka namun dengan hasil yang lebih memukau dari yang lain. & sadari siapa BOS sebenarnya, dahulukan segala tindakan yang membuatNya senang.

Lalu, ditempat yang sudah banyak mutiara berkilauan sinarnya, ndak perlu berkreasi disana, cari lapak lain untuk di garap. Jangan sampai, mutiara yang lain nganggur gara-gara rebutan lapak denganmu *halah!

Satu lagi yang penting, syurga dan neraka bukan milik siapapun yang ada dimuka bumi ini. Pujian dan celaan ga bakalan mempengaruhi hidupmu, tapi tindakanmu, maka cukup fokus, jadikan keduanya sarana meningkatkan kapasitas dirimu, dan membuatmu berkilau dihadapan BOS besar mu.

Pun, jika kesalahan yang tak bisa kau hindari, cari cara bagaimana ia bisa teratasi, namun tidak dengan meninggalkan kebaikan disekitarmu. Lakukan saja bersamaan, sambil menambah amalmu, lakukan ikhtiar, dan do'a terus, karna tak akan mampu kau tinggalkan maksiat jika hanya mengandalkan niat dan ikhtiarmu pribadi, libatkan Dia slalu. Teruslah berprasangka baik padaNya, dan jangan kehilangan harapan. Harapanmu pada manusia bisa pupus bahkan hilang sama sekali, namun tidak denganNya.


Kadang kembali melirik masa lalu, saat protes dengan masa kecil yang "berbeda" dari yang lain, ternyata karna Allah punya rencana beda juga untuk masa depanku.

Udah dulu yaaaaaa :')














Kamis, 05 Desember 2013

Tengkyu..

Dear blog.. ternyata ada  makhluk special yang mau menerima kekuranganku..

look inside.. inside your heart
you see the light of you will never be apart
thats your dream, the make it true
and you can count on me in every step you do

keep your dream in your way
never stop to learn and learn
take this song beside you
to realize that you can fly

whatever in your dream
whatever in your mind
it doesn't matter if you fail, it's OK

whatever they will say
and make you feel despair and cry
don't be sad, coz I'm here for you
 -Edcoustik-

Selasa, 19 November 2013

Mengapa?

Bismillah...

Berasa ada petir menyambar-nyambar dipagi hari yang cerah. Mendengar yang tak ingin didengar namun tetap harus didengar.

Sudah lama, tak merasakan  ini.. Gemetar, air mata yang terus ingin mengucur padahal sudah ditahan semaksimal mungkin.

Allah, save my heart until the end..
Allah, save my heart until the end..
Allah, save my heart until the end..


Selasa, 05 November 2013

Condition Diagram

Bismillah...
ini adalah condition diagram versi saya..
Bahwa masalah itu terbentuk dari sebuah kondisi yang tidak kita terima..

Ya, dengan kata lain yang membuat masalah itu kita lah orangnya.. Jadi, jika ada masalah, sebenarnya kitalah masalahnya.. 

Selasa, 29 Oktober 2013

how unic i'am *menerjemahkan diri setelah ikut seminar mbak afifah afrah*

Lama sudah jemari tak menari ringan diantara huruf-huruf di keyboard, berkontemplasi mencari jati diri.
Mulai bingung harus memulai dimana. Namun, obat galau itu jika bukan menulis ya membaca. Agar kata yang terlontar menjadi rapi, halah! Maksudnya opo iki..

Semua rasa berkecamuk dalam gejolak kesibukan yang beragam. Entah kemana arahnya yang jelas dari sekedar menulis setiap orang mampu membaca sedang berada dimana ruh ini parkir.
Aku sedang tidak bisa jumpa pers untuk menjelaskan pada saudara dan saudariku yang sibuk mencari tahu, sebenarnya ada apa denganku. Tiba-tiba minggat dan menghilang. Membuat yang lain bingung, maafkanlah.

Inilah yang kadang aku bingung dengan diriku sendiri, aku tak suka hal yang seragam, aku tak suka sesuatu yang sama dilakukan banyak orang. Aku suka perbedaan, aku terlalu cepat bosan. Aku butuh suasana dan kegiatan yang baru. Aku tak suka berkompetisi dengan sesama, aku hanya suka berkompetisi dengan diriku sendiri, apa yang ku inginkan itu akan kuperjuangkan habis-habisan. Apapun hasilnya. Ya, slalu seperti itu. Sekeren apapun menurut banyak orang sebuah capaian kadang justru aku tak ikut andil didalamnya. Ya, aku suka bersaing dengan diriku sendiri, dengan kekurangan-kekuaranganku dan ketakutan-ketakutanku.

Sama saat aku kuliah ke ITB, saat semua orang mengambil jurusan yang seragam, maka aku sendiri memutuskan mengambil jurusan yang berbeda dan tak kukenal sama sekali. Karna bagiku menantang diri sendiri itu, menarik. Pun sama, saat yang lainnya sibuk mencari kampus terbaik pasca SMA aku malah memilih ke kota yang tak pernah kudengar ini -->Batam.

That's right, kadang aku suka melakukan hal-hal gila. Meski rasanya sesuatu banget sakitnya berbeda dari semua orang, namun aku slalu menemukan kepuasan dan hasil yang spektakuler setelahnya. Semakin sakit, maka semakin keren biasanya. Meski kadang mulut ini mengeluh, tapi semangat semakin kuat, dan anehnya makin merasa tersakiti aku makin bersemangat melewati.

Kalau kata seseorang "diam, tapi otaknya entah kemana-mana". atau sering dibilang "lha, bukan tikha namanya kalo mencari jalur aman".

Padahal kadang kepikiran, tidak seperti itu juga. Ini hanya takdir dariNya, yang berkolaborasi dengan sifatku, mungkin. Yang, jelas Allah lebih paham cara mentarbiyahku daripada siapapun dimuka bumi ini. Maka, bahkan dalam maksiatpun aku tak sanggup untuk putus dalam pengharapan padaNya.

Quote terdalamku ---> Hanya Allah yang menginginkan yang terbaik untuk kita, sedangkan yang lainnya hanya menginginkan yang paling baik dalam diri kita.

Benar, bahkan orang yang paling baik pada dirimu sekalipun, tak kan terlalu lama mampu menerimamu jika dalam keadaan buruk. Paling tidak akan marah dan menggerutu meski hanya beberapa kali. Jika pun tidak maka ketulusan itupun datangnya dari takdir Allah untukmu. Betul tidak?

Yupz, maka jalani semua takdir yang diberikanNya. Aku pernah tak punya uang sama sekali dan tak memberitahu siapapun dimuka bumi ini, aku pernah bimbang tentang biaya kuliah dan kost, aku pernah bingung tentang kemampuanku belajar, ya aku sering merasa tak mampu melewati tantangan yang diberikanNya, tapi ternyata sekarang aku berada disini, bukan dengan kelebihanku, justru aku berada disini karna kekuranganku.

So, lets gali terus apa yang bisa digali, kenali dirimu sibuklah dengannya dan bercahayalah! cz Allah!

Jika belum sekarang, kelak, kelak dan kelak.. Yang penting niat Tikha!
Sehina apapun dirimu dan maksiat yang kau lakukan, Dia tahu apa yang ada dalam hatimu

Kamis, 26 September 2013

Quote by Tikha Sholihah

Ini bukan tentang siapa yang banyak kerja siapa yang sedikit, siapa yang punya waktu dan tidak.. Bukan, bukan tentang itu.. Ini tentang apa yang menjadi prioritas yang kau perjuangkan, mana diantara agendamu yang akan menyokong visi besarmu..

Kau tak kan bisa menyenangkan semua orang, tak kan bisa, bahkan ketika kau memakai waktu tidurmu untuk membuat seisi dunia ini bahagia. Sehingga tak perlu jumpa pers, untuk mengklarifikasi tindakanmu (selama itu tak berniat buruk)

Dewasa itu, kau melakukan sebuah tindakan yang kau paham bahwa kaulah penanggungjawab dari tindakan itu. Simple kan!

Karna akan ada satu moment yang diberi oleh Rabbmu jika dikehendakiNya lalu menjadi kesempatanmu untuk memperbaiki semuanya.

dimusim, prasangka, praduga yang tak terduga ini. dont panic, do your best. Santai saja, toh ada yang maha mengatur.


Berjuanglah pada waktunya berjuang. Perjuangkan habis-habisan, jika ternyata hasilnya tak sesuai harap, itu bukan urusan kita. Letakan semua pada tempatnya. Sama seperti sesi kuliah, gunakan waktu belajr mengajar untuk bertanya sepuasnya dengan yang paham. Nah, kalau sudah masuk UTS dan UAS jangan bertanya lagi, karna itu bukan saatnya bertanya. Understand?

Namun seringkali, kita sering menukar-nukar waktu. Saat proses belajar mengajar, diam-diam saja. Bahkan ketika ditawarkan bantuan untuk bertanya. Lalu di waktu ujian, sibuk nanya kiri kanan, padahal yang ditanya belum tentu paham.. Itulah kita terbiasa menukar-nukar waktu
 >.<

Disqus for harus memulai